Belajar
matematika adalah bentuk belajar yang dilakukan dengan penuh kesadaran dan
terencana yang dalam pelaksanaannya dibutuhkan suatu proses yang aktif individu
untuk memperoleh pengalaman atau pengetahuan baru hingga menyebabkan perubahan
tingkah laku.
Proses
belajar mengajar merupakan inti dari keseluruhan proses pendidikan dengan guru
sebagai pemegang peranan utama. Belajar mengajar adalah suatu proses yang
mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal
balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu.
Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa merupakan syarat utama bagi berlangsungnya
proses belajar mengajar.
Interaksi
dalam proses belajar mengajar mempunyai arti yang sangat luas, tidak sekedar
hubungan guru dengan siswa tetapi interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya
menyampaikan pesan berupa materi
pelajaran melainkan juga nilai dan sikap pada diri siswa yang sedang belajar.
Untuk
lebih memahami prinsip proses belajar mengajar ada baiknya diuraikan proses belajar
dan mengajar. Pengertian proses dalam tulisan ini merupakan interaksi semua
komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu sama lain
saling berhubungan dalam ikatan mencapai suatu tujuan (Usman, 1990: 17).
Belajar
diartikan sebagai suatu bentuk pertumbuhan dalam diri seseorang yang dinyatakan
dalam cara bertingkah laku yang baru berkat pengalaman atau latihan (hamalik, 1993: 9). Selanjutnya
menurut Hudojo (1993: 3) bahwa karena objek matematika itu bersifat abstrak,
maka dalam matematika memerlukan daya nalar yang tinggi sehingga dapat
dikatakan bahwa belajar matematika harus selalu diarahkan pada pemahaman
konsep-konsep yang akan mengantarkan individu untuk berpikir secara matematis dengan jelas dan
pasti berdasarkan aturan-aturan yang
logis dan sistematis.
Bruner
(Hudojo, 1988: 56) menyatakan bahwa belajar matematika adalah belajar tentang
konsep-konsep dan struktur-struktur matematika yang terdapat di dalam materi
yang dipelajari serta mencari hubungan-hubungan antara konsep-konsep dan
struktur-struktur matematika itu sendiri.
Sementara
itu Dienes dalam Ruseffendi (1980: 135) mengatakan bahwa konsep (struktur
matematika dapat dipelajari dengan baik bila representasinya dimulai dengan
benda-benda konkrit yang beraneka ragam).
Dengan
adanya benda-benda konkret ini dapat membuat siswa tertarik untuk
mengadaptasikan dirinya pada pembelajaran dengan menggunakan benda-benda nyata
yang ada di sekitarnya. Dalam proses ini seorang siswa akan menggunakan
struktur yang sudah ada dalam pikirannya untuk mengadakan respon terhadap
tantangan lingkungan. Dalam proses akomodasi, siswa memerlukan modifikasi
struktur mental (skemata) yang sudah ada dalam mengadakan respon terhadap
tantangan/masalah yang dihadapi di lingkungannya. Teori Piaget tetang
perkembangan intelektual ini menggambarkan tentang kontruksi pembentukan
pengetahuan, bahwa perkembangan intelektual adalah suatu proses dimana anak
secara aktif membangun pemahamannya dari hasil pengalaman dan interaksi dengan
lingkungannya. Implikasi dari teori Piaget ini adalah bahwa agar siswa berhasil
dalam mempelajari matematika, maka siswa tersebut harus berinisiatif dan
terlibat secara aktif dalam
pembelajaran.






0 comments:
Posting Komentar